16.02

Pembusukan Makanan

Sering kali makanan yang kita buat atau kita beli jika disimpan dalam waktu yang lama membuat makanan itu basi. Istilah basi yang akrab di telinga kita merupakan proses dari pembusukan makanan, bahasa kerennya spoilage food.


Apa itu pembusukan makanan?
Pembusukan makanan adalah rusaknya nilai gizi, tekstur, serta rasa dari makanan sehingga tidak layak dikonsumsi karena berbahaya bagi kesehatan.








Apa yang menyebabkan pembusukan makanan?
Ada beberapa hal yang menyebabkan pembusukan pada masakan, yaitu:







  1. Mikroorganisme
Ada tiga jenis mikroorganisme yang menyebabkan pembusukan pada makanan:
  • Ragi (yeast)
Ada dua jenis ragi, true yeast dan false yeast. Kalau mendengar kata ragi, pasti pembaca semua ingat dengan proses pembuatan roti. Ya, ragi memang digunakan dalam proses pembuatan roti untuk mendapatkan proses yang disebut dengan fermentasi, yakni proses yang menghasilkan alcohol dan karbon dioksida. Ragi yang menghasilkan proses fermentasi ini disebut true yeast sedangkan false yeast biasa tumbuh dipermukaan makanan yang kering, pada makanan yang mengandung kadar gula tinggi, serta kadar asam yang tinggi

  • Jamur
Jamur pada makanan dapat menyebabkan penyakit. Biasanya gejala yang ditunjukkan akibat keracunan makanan berjamur seperti mual serta pusing. Jamur dapat tumbuh pada makanan jika makanan dala suhu yang sesuai. Biasanya suhu yang lembab meyebabkan makanan mudah berjamur. Meletakakkan makanan pada ruang terbuka tanpa ditutup rapat juga merupakan factor yang menyebabkan makanan ditumbuhi oleh jamur.

  • Bakteri
Bakteri tumbuh pada makanan yang kadar keasamannya rendah, seperti pada sayuran dan buah - buahan. Bakteri tumbuh dengan cepat pada suhu kamar (suhu ruangan biasa) yakni 250C. Maka dari itu untuk menghindari tumbuhnya bakteri pada makanan, maka makanan disimpan pada suhu di bawah 50C atau dipanaskan pada suhu di atas 600C.




2. Ontolisis

Mungkin istilah ontolisis masih terlalu asing di telinga kita. Ontolisis adalah proses pembusukan makanan dikarenakan zat yang terkandung dalam makanan itu sendiri dan adanya reaksi kimia antara zat yang dikandung dalam makanan dengan oksigen di udara sekitar.
  • Enzim
Enzim dalam makanan dapat menyebabkan makanan tersebut berubah warna, tekstur, serta aromanya. Enzim juga mudah rusak dengan adanya proses memasak yakni jika dipanaskan. Enzim merupakan protein, jadi terkandung dalam makanan – makanan yang sering kita masak seperti daging, telur, susu, dan lain – lain.

  • Oksidasi oleh udara
Bahan makanan seperti daging lama – kelamaan akan berbau anyir (amis) jika tidak diletakkan pada tempat yang tepat seperti freezer. Hal ini dikarenakan adanya reaksi komponen yang terdapat dalam daging dengan udara disekitarnya.

3. Faktor – faktor lain
Faktor – faktor lain yang menyebakan pembusukkan pada makanan adalah misalnya terkontaminasi oleh serangga (kecoa, semut, dll) serta tikus. Suhu juga sangat berpengaruh terhadap kondisi makanan, misalnya kentang yang sudah dikupas akan berubah warnanya jika diletakkan begitu saja di tempat yang suhunya ti[dak sesuai.


5 komentar:

Wahyu Eko Ardyanto mengatakan...

mantap
follow blog aku juga yah

asha nur alifah mengatakan...

makasih ya udah bantu qu ngerjakan pr ipa
trims
asha

Muhamad Zaini Nugroho mengatakan...

maaf sblumnya...ni refrensi dr buku mana ya?
fast respon, thank's

Priscilla mengatakan...

makasih udh ngebantu banget

Aulhia Exthreem mengatakan...

makasihh, :)

Poskan Komentar